Langsung ke konten utama

Ayo Nge-sushi di Sushitime.id!

Siapa sih yang gak suka sushi? Makanan dari Jepang yang bisa di bilang sangat praktis. Terdiri dari beberapa sayuran dan lauk yang dibungkus menjadi satu menggunakan nasi dan nori. Nasinya sendiri sudah dibumbui campuran cuka beras, garam dan gula yang membuat makanan ini tidak terasa hambar.

Pemilik dari instagram @bogorinstakuliner, James Johsua, telah menyalurkan kesukaan dan kepekaannya terhadap makanan dengan membuka sebuah restoran sushi. Ia bercerita tentang latar belakang dalam membuka usahanya ini, karena sangat menyukai sushi dan mempelajari sushi tersebut. Selain itu, james memang memiliki hobi makan dan selalu suka mencoba rasa-rasa makanan dari setiap daerah.

“aku memang hobi makan dan different typesnya kalo misalnya orang yang hobi makan cuman sekadar makan. Kalau aku tipe orangnya dari dulu explorative kuliner.” Kata James saat di wawancara. (09/02/2021).

Terhitung sudah 4 tahun sejak ia mendirikan restoran sushi. Namun, sekarang dia hanya membukanya secara online lewat instagram dan salah satu aplikasi antar makanan. James mengaku alasan restorannya tutup, karena pernah ditipu oleh temannya yang membuatnya kehilangan restoran sushi yang telah dia bangun itu.

Dia bercerita, saat itu ia harus mengikuti pelatihan di Bali. Tepat sebelum ia ke Bali, salah satu temannya menawarkan untuk bekerja sama dalam hal saham atau kerap disebut shareholder. Di saat itu, James menitipkan dan mempercayakan sepenuhnya restoran itu kepada temannya selama ia di Bali. Namun, saat kembali dari Bali, restorannya sudah tutup dan temannya menghilang. Semenjak itu, ia menuturkan bahwa ia takut kalau harus bekerja sama dengan teman lagi.

Walaupun dikelola secara online, James mengaku pelanggannya selalu ada dan beberapa selalu kembali lagi untuk membeli sushi-nya. Rasa yang selalu ia jaga kualitasnya dan tidak pernah mengganti bahan bakunya, dipercaya membuat para pelanggannya selalu kembali lagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Populerkan ‘Takeaway’ Saat Membeli Makanan

  Membeli makanan memang paling enak jika makan langsung di tempatnya tanpa harus dibawa pulang atau “dibungkus”. Apalagi menyantapnya bersama teman-teman sembari bercengkrama asik. Tetapi kondisi saat ini tidak memungkinkan kita untuk melakukan aktivitas seperti itu lagi. Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, kita diharapkan untuk mengurangi pertemuan dengan orang banyak secara langsung dan selalu memakai masker. Hal ini dibuktikan dari angka Covid-19 yang semakin meningkat setiap harinya. Walaupun angka yang sembuh juga kian meningkat, namun masih belum berarti apa-apa, jika angka orang yang terdampak Covid-19 masih terus bertambah. Pemerintah terus melakukan segala cara demi memberhentikan naiknya angka Covid-19. Seperti, memberlakukan gerakan 5M pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Melakukan segalanya dari rumah dinilai sebagai jalan tengah terbaik untuk saat ini. Seperti halnya membeli ma...

Ikan Goreng VS Ikan Bakar, Mana Yang Kamu Suka?

Gregor Moser on Unsplash Mengkonsumsi ikan dinilai memang bermanfaat bagi tubuh. Selain sebagai salah satu makanan berprotein tinggi, ikan juga kaya akan asam Lemak omega-3 yang baik untuk mata dan otak. Beberapa penelitan telah dilakukan, dan membuktikan bahwa mereka yang makan ikan secara teratur memiliki otak yang lebih besar. Hal ini berkaitan dengan memori yang ada pada otak dan fungsi kognisi. Bahkan, dengan mengonsumsi ikan dinilai dapat mengurangi risiko penyakit stroke. Dalam pengolahannya, ikan memiliki banyak macam cara. Mulai dari dikukus, direbus hingga menjadi sup, digoreng, dipanggang dan dibakar. Namun, kali ini yang akan menjadi topik adalah pengolahannya ikan melalui digoreng dan dibakar. Dua cara pengolahan itu pada umumnya memiliki tahap yang berbeda, mulai dari awal hingga akhir. Ikan yang digoreng akan membutuhkan minyak, sedangkan ikan yang dibakar akan membutuhkan api yang dihasilkan dari proses pembakaran. Akan berbeda hasilnya juga, tergantung dari media ...

Ubur-Ubur Si Penyengat, Tips Mengolahnya

  Ubur-ubur memang termasuk hewan laut yang jarang diolah untuk dikonsumsi. Terkenal dengan sengatannya dan sebagai hewan yang memiliki racun, membuat seseorang berpikir dua kali untuk menjadikannya bahan konsumsi. Namun, sebenarnya ubur-ubur merupakan hewan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Asal di olah dengan benar, ubur-ubur justru malah kaya akan nutrisinya. Belum lagi, populasi ubur-ubur yang perlahan meningkat sudah menjadi ancaman bagi ekosistem laut. Hidupnya yang bergerombol dapat merusak populasi ikan, yang berakibat kepada hasil tangkapan nelayan yang akan berkurang. Untuk itu, dengan mengolahnya menjadi makanan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi perkembangan populasi ubur-ubur ini. Dan bisa jadi cara memperkaya cita rasa dan ragam tren kuliner pada saat-saat ini. Devi On Pinterest Untuk itu, beberapa tips dalam mengolah ubur-ubur akan diberikan. Walaupun ubur-ubur dianggap aman, namun kembali lagi kepada cara mengolahnya. Jika dilakuka...