Langsung ke konten utama

Menu Unik Dari Olahan Ubur-Ubur


Salad Ubur-Ubur

Andi Cakra On Pinterest

Ubur-ubur yang direbus lalu dibumbui dengan minyak wijen serta cuka dan diaduk bersama sayuran lainnya, seperti wortel dan timun. Menu masakan dari olahan ubur-ubur ini adalah salah satu menu favorit. Rasanya yang menyegarkan cocok di makan saat cuaca sedang panas.

Ubur-ubur yang direbus juga mengalami beberapa proses. Ubur-ubur akan dimasukkan ke dalam air mendidih, Setelah direbus, ubur-ubur harus direndam dalam air semalaman dan selalu diganti airnya beberapa kali. Proses ini sebenarnya untuk menghilangkan rasa dari ubur-ubur itu sendiri dan bau amis. Lalu setelahnya, ubur-ubur telah siap untuk dijadikan salad.

Menu yang satu ini telah populer di negeri China dan Jepang sana. Bahkan, menjadi makanan khas untuk pembuka. Karena rasanya yang menyegarkan, membuat menu masakan ini diminati, apalagi saat cuaca sedang panas.

Baca Juga:
Ubur-Ubur Si Penyengat, Tips Mengolahnya


Tumis Ubur-Ubur

Bukan hanya udang saja yang bisa ditumis, tapi ubur-ubur ini bisa ditumis juga, lho. Pada menu ini, tidak hanya ubur-ubur saja. Biasanya dalam memasak menu ini menggunakan bahan tambahan seperti soun serta juhi (cumi berukuran besar) dan jamur.

Uniknya, proses membuat menu masakan ini tidak seperti menumis bahan lain pada umumnya. Kalau khasnya dalam menumis adalah bawang putih dan wajan, menu yang satu ini tidak menggunakan itu semua. Ubur-ubur serta bahan tambahan lainnya hanya direbus lalu dicampur menjadi satu setelah ditambahkan beberapa bumbu dan tambahan seperti minyak wijen, minyak zaitun, air jeruk nipis dan garam.

Ubur-ubur sendiri cenderung memiliki rasa yang tawar dan sedikit asin, sehingga cocok jika diolah dengan bumbu yang memiliki rasa mencolok. Maka dari itu, menu tumis ubur-ubur tidak seperti menu tumisan pada umumnya.


Baca Juga:
Di Balik Sengatan Ubur-Ubur, Manfaat Bagi Tubuh

1 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Populerkan ‘Takeaway’ Saat Membeli Makanan

  Membeli makanan memang paling enak jika makan langsung di tempatnya tanpa harus dibawa pulang atau “dibungkus”. Apalagi menyantapnya bersama teman-teman sembari bercengkrama asik. Tetapi kondisi saat ini tidak memungkinkan kita untuk melakukan aktivitas seperti itu lagi. Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, kita diharapkan untuk mengurangi pertemuan dengan orang banyak secara langsung dan selalu memakai masker. Hal ini dibuktikan dari angka Covid-19 yang semakin meningkat setiap harinya. Walaupun angka yang sembuh juga kian meningkat, namun masih belum berarti apa-apa, jika angka orang yang terdampak Covid-19 masih terus bertambah. Pemerintah terus melakukan segala cara demi memberhentikan naiknya angka Covid-19. Seperti, memberlakukan gerakan 5M pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Melakukan segalanya dari rumah dinilai sebagai jalan tengah terbaik untuk saat ini. Seperti halnya membeli ma...

Ikan Goreng VS Ikan Bakar, Mana Yang Kamu Suka?

Gregor Moser on Unsplash Mengkonsumsi ikan dinilai memang bermanfaat bagi tubuh. Selain sebagai salah satu makanan berprotein tinggi, ikan juga kaya akan asam Lemak omega-3 yang baik untuk mata dan otak. Beberapa penelitan telah dilakukan, dan membuktikan bahwa mereka yang makan ikan secara teratur memiliki otak yang lebih besar. Hal ini berkaitan dengan memori yang ada pada otak dan fungsi kognisi. Bahkan, dengan mengonsumsi ikan dinilai dapat mengurangi risiko penyakit stroke. Dalam pengolahannya, ikan memiliki banyak macam cara. Mulai dari dikukus, direbus hingga menjadi sup, digoreng, dipanggang dan dibakar. Namun, kali ini yang akan menjadi topik adalah pengolahannya ikan melalui digoreng dan dibakar. Dua cara pengolahan itu pada umumnya memiliki tahap yang berbeda, mulai dari awal hingga akhir. Ikan yang digoreng akan membutuhkan minyak, sedangkan ikan yang dibakar akan membutuhkan api yang dihasilkan dari proses pembakaran. Akan berbeda hasilnya juga, tergantung dari media ...

Ubur-Ubur Si Penyengat, Tips Mengolahnya

  Ubur-ubur memang termasuk hewan laut yang jarang diolah untuk dikonsumsi. Terkenal dengan sengatannya dan sebagai hewan yang memiliki racun, membuat seseorang berpikir dua kali untuk menjadikannya bahan konsumsi. Namun, sebenarnya ubur-ubur merupakan hewan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Asal di olah dengan benar, ubur-ubur justru malah kaya akan nutrisinya. Belum lagi, populasi ubur-ubur yang perlahan meningkat sudah menjadi ancaman bagi ekosistem laut. Hidupnya yang bergerombol dapat merusak populasi ikan, yang berakibat kepada hasil tangkapan nelayan yang akan berkurang. Untuk itu, dengan mengolahnya menjadi makanan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi perkembangan populasi ubur-ubur ini. Dan bisa jadi cara memperkaya cita rasa dan ragam tren kuliner pada saat-saat ini. Devi On Pinterest Untuk itu, beberapa tips dalam mengolah ubur-ubur akan diberikan. Walaupun ubur-ubur dianggap aman, namun kembali lagi kepada cara mengolahnya. Jika dilakuka...