Langsung ke konten utama

Cerita Food Vlogger, James Johsua

 James Johsua seorang food vlogger asal Jakarta yang menetap di Bogor saat memasuki jenjang SMP ini memiliki akun instagram @bogorinstakuliner dengan pengikutnya yang telah mencapai 30 ribu followers. Awalnya sebelum ia memutuskan untuk fokus terhadap pekerjaan menjadi food vlogger ini, ia merupakan seorang pegawai medis yang bekerja di rumah sakit. Ia mengaku telah menjadi food vlogger sekitar 4 tahun belakangan dengan 1 tahun awal dihabiskan hanya karena hobi dan mengisi waktu senggang sehabis bekerja di rumah sakit.

“aku sih udah 3 tahunan lebih, sebenarnya 4 tahun, cuman lebih fokusnya baru 3 tahun terakhir. Karena dulu aku masih kerja di rumah sakit jadi gak terlalu fokus. Kadang overtime sama waktu kerja rumah sakit, jadi gak ada waktu buat bikin karena udah kecapean duluan.” Pengakuan James saat ditemui di Kopi Nako Bogor (09/02/2021).

James mengaku dirinya memang hobi makan dan suka dalam hal membedakan rasa. Hal ini yang membuat dirinya menjadi food vlogger yang tidak hanya sekadar makan. Pengikutnya yang telah menyentuh angka puluhan ribu itu merupakan bukti dari kerja kerasnya yang selalu memberikan info makanan tidak hanya sekadar dia sedang makan.

Awalnya James memang tidak mengharapkan followers yang banyak untuk akunnya. Dia hanya ingin membagikan info tentang apa yang dia makan. Karena itu, hingga saat ini dia mengaku tidak terlalu mementingkan angka itu. Walaupun terkadang ada rasa ingin terkenal dengan bukti pengikut akun yang banyak. Namun, ia berkata itu bukan fokus utama berdirinya akun instagram @bogorinstakuliner.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Populerkan ‘Takeaway’ Saat Membeli Makanan

  Membeli makanan memang paling enak jika makan langsung di tempatnya tanpa harus dibawa pulang atau “dibungkus”. Apalagi menyantapnya bersama teman-teman sembari bercengkrama asik. Tetapi kondisi saat ini tidak memungkinkan kita untuk melakukan aktivitas seperti itu lagi. Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, kita diharapkan untuk mengurangi pertemuan dengan orang banyak secara langsung dan selalu memakai masker. Hal ini dibuktikan dari angka Covid-19 yang semakin meningkat setiap harinya. Walaupun angka yang sembuh juga kian meningkat, namun masih belum berarti apa-apa, jika angka orang yang terdampak Covid-19 masih terus bertambah. Pemerintah terus melakukan segala cara demi memberhentikan naiknya angka Covid-19. Seperti, memberlakukan gerakan 5M pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Melakukan segalanya dari rumah dinilai sebagai jalan tengah terbaik untuk saat ini. Seperti halnya membeli ma...

Ikan Goreng VS Ikan Bakar, Mana Yang Kamu Suka?

Gregor Moser on Unsplash Mengkonsumsi ikan dinilai memang bermanfaat bagi tubuh. Selain sebagai salah satu makanan berprotein tinggi, ikan juga kaya akan asam Lemak omega-3 yang baik untuk mata dan otak. Beberapa penelitan telah dilakukan, dan membuktikan bahwa mereka yang makan ikan secara teratur memiliki otak yang lebih besar. Hal ini berkaitan dengan memori yang ada pada otak dan fungsi kognisi. Bahkan, dengan mengonsumsi ikan dinilai dapat mengurangi risiko penyakit stroke. Dalam pengolahannya, ikan memiliki banyak macam cara. Mulai dari dikukus, direbus hingga menjadi sup, digoreng, dipanggang dan dibakar. Namun, kali ini yang akan menjadi topik adalah pengolahannya ikan melalui digoreng dan dibakar. Dua cara pengolahan itu pada umumnya memiliki tahap yang berbeda, mulai dari awal hingga akhir. Ikan yang digoreng akan membutuhkan minyak, sedangkan ikan yang dibakar akan membutuhkan api yang dihasilkan dari proses pembakaran. Akan berbeda hasilnya juga, tergantung dari media ...

Ubur-Ubur Si Penyengat, Tips Mengolahnya

  Ubur-ubur memang termasuk hewan laut yang jarang diolah untuk dikonsumsi. Terkenal dengan sengatannya dan sebagai hewan yang memiliki racun, membuat seseorang berpikir dua kali untuk menjadikannya bahan konsumsi. Namun, sebenarnya ubur-ubur merupakan hewan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Asal di olah dengan benar, ubur-ubur justru malah kaya akan nutrisinya. Belum lagi, populasi ubur-ubur yang perlahan meningkat sudah menjadi ancaman bagi ekosistem laut. Hidupnya yang bergerombol dapat merusak populasi ikan, yang berakibat kepada hasil tangkapan nelayan yang akan berkurang. Untuk itu, dengan mengolahnya menjadi makanan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi perkembangan populasi ubur-ubur ini. Dan bisa jadi cara memperkaya cita rasa dan ragam tren kuliner pada saat-saat ini. Devi On Pinterest Untuk itu, beberapa tips dalam mengolah ubur-ubur akan diberikan. Walaupun ubur-ubur dianggap aman, namun kembali lagi kepada cara mengolahnya. Jika dilakuka...