Langsung ke konten utama

Hari Gizi Nasional, Kenali Kandungan Yodium Di Dalam Seafood

 Yodium merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat hormon tiroid. Mineral penting ini secara alami ditemukan di tanah maupun air laut.

Pentingnya mineral yodium juga dinyatakan kembali oleh dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik pada acara virtual media gathering dalam rangka peluncuran  Royco dengan Garam Beriodium, Senin (25/1/2021).

Yodium sendiri adalah zat gizi mikro. Walaupun kadarnya tidak banyak, tetapi mineral ini sangat penting bagi tubuh. Begitulah pernyataan dari dr. Diana F. Suganda Sp.GK, M.Kes. Acara tersebut juga bertepatan dengan Hari Gizi Nasional 2021 yang jatuh setiap 25 Januari.

Yodium juga banyak ditemukan dalam hidangan makanan laut. Karena bahan utamanya berasal dari laut, dimana yodium itu secara alami ditemukan. Mengakibatkan hidangan makanan khas laut atau yang sering disebut dengan istilah seafood memiliki banyak kandungan yodium. Seperti ikan memiliki kadar yodium yang tinggi, begitupun dengan udang dan kerang.

Yodium dinilai bagus untuk tubuh, karena kandungannya yang memengaruhi tumbuh kembang anak dan sistem imun. Dalam perannya untuk mengatur metabolisme, yodium berperan membantu penyerapan makanan yang lebih baik. Proses ini membuat tubuh tetap energik, menurunkan tingkat stress, dan mampu membantu dalam penurunan berat badan.

Namun, yodium sendiri juga tidak terlalu bagus jika dikonsumsi secara berlebihan. Seperti dapat menyebabkan penyakit autoimun yang membuat produksi hormon tiroid meningkat. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi tubuh kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Populerkan ‘Takeaway’ Saat Membeli Makanan

  Membeli makanan memang paling enak jika makan langsung di tempatnya tanpa harus dibawa pulang atau “dibungkus”. Apalagi menyantapnya bersama teman-teman sembari bercengkrama asik. Tetapi kondisi saat ini tidak memungkinkan kita untuk melakukan aktivitas seperti itu lagi. Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, kita diharapkan untuk mengurangi pertemuan dengan orang banyak secara langsung dan selalu memakai masker. Hal ini dibuktikan dari angka Covid-19 yang semakin meningkat setiap harinya. Walaupun angka yang sembuh juga kian meningkat, namun masih belum berarti apa-apa, jika angka orang yang terdampak Covid-19 masih terus bertambah. Pemerintah terus melakukan segala cara demi memberhentikan naiknya angka Covid-19. Seperti, memberlakukan gerakan 5M pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Melakukan segalanya dari rumah dinilai sebagai jalan tengah terbaik untuk saat ini. Seperti halnya membeli ma...

Ikan Goreng VS Ikan Bakar, Mana Yang Kamu Suka?

Gregor Moser on Unsplash Mengkonsumsi ikan dinilai memang bermanfaat bagi tubuh. Selain sebagai salah satu makanan berprotein tinggi, ikan juga kaya akan asam Lemak omega-3 yang baik untuk mata dan otak. Beberapa penelitan telah dilakukan, dan membuktikan bahwa mereka yang makan ikan secara teratur memiliki otak yang lebih besar. Hal ini berkaitan dengan memori yang ada pada otak dan fungsi kognisi. Bahkan, dengan mengonsumsi ikan dinilai dapat mengurangi risiko penyakit stroke. Dalam pengolahannya, ikan memiliki banyak macam cara. Mulai dari dikukus, direbus hingga menjadi sup, digoreng, dipanggang dan dibakar. Namun, kali ini yang akan menjadi topik adalah pengolahannya ikan melalui digoreng dan dibakar. Dua cara pengolahan itu pada umumnya memiliki tahap yang berbeda, mulai dari awal hingga akhir. Ikan yang digoreng akan membutuhkan minyak, sedangkan ikan yang dibakar akan membutuhkan api yang dihasilkan dari proses pembakaran. Akan berbeda hasilnya juga, tergantung dari media ...

Ubur-Ubur Si Penyengat, Tips Mengolahnya

  Ubur-ubur memang termasuk hewan laut yang jarang diolah untuk dikonsumsi. Terkenal dengan sengatannya dan sebagai hewan yang memiliki racun, membuat seseorang berpikir dua kali untuk menjadikannya bahan konsumsi. Namun, sebenarnya ubur-ubur merupakan hewan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Asal di olah dengan benar, ubur-ubur justru malah kaya akan nutrisinya. Belum lagi, populasi ubur-ubur yang perlahan meningkat sudah menjadi ancaman bagi ekosistem laut. Hidupnya yang bergerombol dapat merusak populasi ikan, yang berakibat kepada hasil tangkapan nelayan yang akan berkurang. Untuk itu, dengan mengolahnya menjadi makanan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi perkembangan populasi ubur-ubur ini. Dan bisa jadi cara memperkaya cita rasa dan ragam tren kuliner pada saat-saat ini. Devi On Pinterest Untuk itu, beberapa tips dalam mengolah ubur-ubur akan diberikan. Walaupun ubur-ubur dianggap aman, namun kembali lagi kepada cara mengolahnya. Jika dilakuka...