Langsung ke konten utama

Sushi Atau Sashimi?

 

Jongsun Lee on Unsplash

Penyuka makanan Jepang, pasti sudah terbiasa dengan istilah sushi dan sashimi. Namun, beberapa orang masih suka menyamaratakan antara sushi dan sashimi. Sushi dan sashimi memang sama-sama menggunakan bahan mentah, terutama ikan. Lalu, bedanya apa, dong?

"Sushi itu potongan ikan pakai nasi sushi. Kalau sashimi potongan ikan saja,"

Kata Masami, seorang koki berkewarganegaraan Jepang yang telah bekerja di Indonesia selama 17 tahun. Menurut etimologi, sushi memiliki arti “itu asam” dan sashimi sendiri berarti “daging tertusuk”.


Photo by Rajesh TP from Pexels

Umumnya, sushi merupakan hidangan yang disajikan dengan nasi bercuka. Menggunakan beras sushi khas Jepang atau uruchimai, yang kemudian nasi dicampur cuka beras, garam, dan gula. disinilah letak "jiwa" dari sushi. Tampilan yang paling umum dari sushi, paduan nasi sushi, bahan laut, dan sayuran akan digulung dengan nori atau rumput laut.

Sementara itu, sashimi adalah daging mentah yang diiris tipis-tipis. Bahan yang dipakai lebih sering menggunakan bahan mentah yang sangat segar, bisa ikan maupun daging lainnya. Walaupun sashimi terlihat sederhana daripada sushi yang menggunakan nasi, ada teknik tersendiri dalam memotong daging untuk disajikan.

Sama halnya sushi, sashimi biasanya dimakan dengan bumbu pelengkap seperti shoyu dan wasabi. Selain itu biasanya disajikan pula parutan lobak putih dan acar jahe sebagai penetralisir lidah. Namun, dalam bumbu pelengkap ini, seperti wasabi tidak selalu harus digunakan saat menyantap sushi. Tetapi ketika makan sashimi harus menggunakan wasabi, karena wasabi sendiri juga dapat membunuh kuman yang terdapat pada ikan mentah. Oleh karena itu menyantap sashimi harus menggunakan sedikit wasabi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Populerkan ‘Takeaway’ Saat Membeli Makanan

  Membeli makanan memang paling enak jika makan langsung di tempatnya tanpa harus dibawa pulang atau “dibungkus”. Apalagi menyantapnya bersama teman-teman sembari bercengkrama asik. Tetapi kondisi saat ini tidak memungkinkan kita untuk melakukan aktivitas seperti itu lagi. Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, kita diharapkan untuk mengurangi pertemuan dengan orang banyak secara langsung dan selalu memakai masker. Hal ini dibuktikan dari angka Covid-19 yang semakin meningkat setiap harinya. Walaupun angka yang sembuh juga kian meningkat, namun masih belum berarti apa-apa, jika angka orang yang terdampak Covid-19 masih terus bertambah. Pemerintah terus melakukan segala cara demi memberhentikan naiknya angka Covid-19. Seperti, memberlakukan gerakan 5M pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Melakukan segalanya dari rumah dinilai sebagai jalan tengah terbaik untuk saat ini. Seperti halnya membeli ma...

Ikan Goreng VS Ikan Bakar, Mana Yang Kamu Suka?

Gregor Moser on Unsplash Mengkonsumsi ikan dinilai memang bermanfaat bagi tubuh. Selain sebagai salah satu makanan berprotein tinggi, ikan juga kaya akan asam Lemak omega-3 yang baik untuk mata dan otak. Beberapa penelitan telah dilakukan, dan membuktikan bahwa mereka yang makan ikan secara teratur memiliki otak yang lebih besar. Hal ini berkaitan dengan memori yang ada pada otak dan fungsi kognisi. Bahkan, dengan mengonsumsi ikan dinilai dapat mengurangi risiko penyakit stroke. Dalam pengolahannya, ikan memiliki banyak macam cara. Mulai dari dikukus, direbus hingga menjadi sup, digoreng, dipanggang dan dibakar. Namun, kali ini yang akan menjadi topik adalah pengolahannya ikan melalui digoreng dan dibakar. Dua cara pengolahan itu pada umumnya memiliki tahap yang berbeda, mulai dari awal hingga akhir. Ikan yang digoreng akan membutuhkan minyak, sedangkan ikan yang dibakar akan membutuhkan api yang dihasilkan dari proses pembakaran. Akan berbeda hasilnya juga, tergantung dari media ...

Ubur-Ubur Si Penyengat, Tips Mengolahnya

  Ubur-ubur memang termasuk hewan laut yang jarang diolah untuk dikonsumsi. Terkenal dengan sengatannya dan sebagai hewan yang memiliki racun, membuat seseorang berpikir dua kali untuk menjadikannya bahan konsumsi. Namun, sebenarnya ubur-ubur merupakan hewan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Asal di olah dengan benar, ubur-ubur justru malah kaya akan nutrisinya. Belum lagi, populasi ubur-ubur yang perlahan meningkat sudah menjadi ancaman bagi ekosistem laut. Hidupnya yang bergerombol dapat merusak populasi ikan, yang berakibat kepada hasil tangkapan nelayan yang akan berkurang. Untuk itu, dengan mengolahnya menjadi makanan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi perkembangan populasi ubur-ubur ini. Dan bisa jadi cara memperkaya cita rasa dan ragam tren kuliner pada saat-saat ini. Devi On Pinterest Untuk itu, beberapa tips dalam mengolah ubur-ubur akan diberikan. Walaupun ubur-ubur dianggap aman, namun kembali lagi kepada cara mengolahnya. Jika dilakuka...